Menu

Di Tengah Pandemi, Poktan Bolsel ‘Ketiban Durian Runtuh’

  Dibaca : 305 kali
Di Tengah Pandemi, Poktan Bolsel ‘Ketiban Durian Runtuh’
UNTUK PETANI: Tampak bupati saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada KWT.

Terima Bantuan Alsintan, Bibit Tanaman Holtikultura dan Perkebunan

BOLSEL —  Ketiban durian runtuh. Pepatah kuno itu layak disematkan kepada kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tujuh kecamatan di Bolsel. Bagaimana tidak, di tengah pandemi covid-19, mereka mendapat bantuan alat mesin pertanian dan bibit tanaman holtikultura termasuk tanaman perkebunan. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Hi Iskandar Kamaru dan Wabup Deddy Abdul Hamid, Senin (20/7/20), dalam acara penanaman perdana Jagung MSP dan syukuran launching alat berat Excavator 320D2, di kawasan Kantor Bupati, Panango. Dalam sambutanya, Bupati Hi Iskandar Kamaru mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan yang telah memberikan sejumlah bantuan baik kepada Poktan maupun kelompok wanita tani (KWT) di Bolsel. “Kita patut bersyukur mendapat bantuan di tengah pandemi covid-19 hingga bisa  menopang ekonomi masyarakat,” kata bupati. Kesempatan tersebut, bupati kembali mengajak masyarakat terus bertani dengan mengembangkan berbagai varietas tanaman. “Selain menanam tanaman perkebunan, kita juga harus bisa mengembangkan produksi pertanian lainnya. Seperti  bawang merah, cabai dan varietas lainnya,” kata bupati.
“Untuk KWT bisa bekerja sama dengan TP PKK Bolsel untuk porgram pemanfaatan pekarangan rumah agar rempah dan sayuran yang dimasak sehari-hari tidak lagi dibeli,” tambahnya.
Terkait dengan penaman perdana Jagung MSP, bupati menjelaskan sedikit keunggulan bibit tersebut. “Jangung ini bisa kita konsumsi dan bisa juga dijadikan makanan hewan. Keunggulan utama, hasilnya bisa dijadikan bibit kembali. Bibit ini diupayakan  Bupati Guhanga (Hi Herson Mayulu,red) karena teman beliau sesama anggota DPR RI,  telah berhasil menguji coba di Lampung. Insaa Allah kita di Bolsel juga berhasil,” tuturnya. Sedangkan alat berat Excavator katanya, sudah diusulkan Hi Herson Mayulu saat menjabat Bupati Bolsel. Tahun 2018 katanya, alat berat sudah berada di Manado. “Tahun kemarin, saya follow up kembali melalui Sekprof. Alhamdulillah tahun ini sudah teralisasi,” ujarnya. Excavator lanjutnya, bisa dimanfaatkan para petani. Dicontohkannya, lahan kelompok tani terkendala jalan, bisa mengajukan peminjalan alat ke DPKP. Namun, Poktan harus bergotong royong membeli bahan bakar solar dan sewa operator. “Ini lebih hemat dibanding sewa alat berat untuk pembuatan jalan. Begitu juga lahan persawahan yang sudah tertimbun material. Kita manfaatkan alat berat ini untuk menunjang peningkatan sektor pertanian dan perkebunan,” kata bupati.
Di sisi lain, bupati meminta DPKP terus berinovasi untuk peningkatan sektor pertanian. “Harus menjadi instansi yang benar-benar bisa mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat lewat berbagai program,” ujarnya. Sementara itu, Kepala DPKP Marwan Makalalag menuturkan, bantuan yang diserahkan di antaranya, 200 Bibit Kakao untuk 3 Poktan,  650 Bibit Cengkih untuk 20 Poktan, 650 Bibit Pala untuk 20 Poktan, Kelapa dalam 50KLP, Kelapa Genja 50KLP dan bantuan mesin pengriang 2KLP, Benih Padi dan Jangung sebanyak 205.000kg untuk 67 Poktan serta bibit dan alat pertanian penunjang bagi KWT. “Selaku instansi teknis kami akan terus berupaya meningkatkan produksi pertanian dan menjamin ketersediaan pangan melalui berbagai program untuk meningkatkan pendapatan petani. Pertanian harus maju, mandiri dan modern,” ujar Marwan.
Diketahui, hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Bolsel, Kapolres Bolsel diwakili Kabag Ren, Kapolsek Pinolosian, Kapolsek Bolaang Uki, Daramil Pinolosian, pejabat jajaran Pemkab Bolsel dan seluruh pimpinan dan staf DPKP Bolsel serta para Poktan dan KWT. (lel)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional