Menu

Direct Call ke-2 Ekspor 16,5 Ton

  Dibaca : 36 kali
Direct Call ke-2 Ekspor 16,5 Ton
SUDAH RUTIN: Pelepasan komoditas ekspor ke Jepang melalui program direct call oleh Kargo Garuda dari Bandara Sam Ratulangi oleh Gubernur Olly Dondokambey, Rabu pekan lalu.

Kargo Garuda ke Jepang Rutin Saban Rabu Malam

MANADO — Rintisan  Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur
Sulut Steven Kandouw—yang sedang cuti kampanye—membawa Sulut maju
terus membuahkan hasil. Buktinya, ekspor komoditas yang memanfaatkan
kargo Garuda langsung ke Jepang sudah dua kali.

Rabu (30/09/2020) tadi malam sebanyak 16,5 ton komoditas diekspor
melalui program direct call ke Bandara Narita Jepang. Informasi dari
Dinas Perindag Sulut sebagaimana dirilis Dinas Kominfo, Persandian dan
Statistik Provinsi Sulut menyebutkan bahwa 16,5 ton komoditas yang
diekspor itu berupa 8,5 ton ikan tuna segar berasal dari Maluku, serta
7 ton ikan tuna segar dan 1 ton bawang merah dari Sulut.

“Pengiriman ini sudah kedua kali setelah di-launching oleh Pak
Gubernur Olly Dondokambey, pekan lalu. Pengiriman melalui direct call
ke Jepang akan rutin setiap Rabu malam,” ungkap Kadis Perindag Sulut
Edwin Kindangen seperti dituturkan Kabid Kominfo Dinas Kominfo-PS
Ivonne Kawatu, kemarin.

Dijelaskan juga meski di tengah pandemi COVID-19 ketika ekonomi turun,
neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Utara pada Agustus 2020 justru
mengalami surplus sebesar 40,44 juta USD.

“Hal ini menunjukan bahwa geliat ekspor Sulut meningkat, dibuktikan
dengan adanya ekspor edisi kedua direct call ke Jepang mengangkut
produk perikanan dan pertanian,” ungkap Kindangen.

Pelaksanaan ekspor ke Jepang ini menggunakan pesawat Garuda Indonesia
cargo diangkut dari bandara internasional Sam Ratulangi Manado.
Program ekspor ini direncanakan setiap Rabu berangkat pada pukul 23.30
Wita dengan waktu tempuh selama 5 jam, dan tiba di Bandara Narita
Tokyo, Jepang, pada pukul 06.30 waktu setempat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama instansi terkait juga
mengharapkan dengan dibukanya jalan tol Manado-Bitung maka kepada para
pelaku usaha/eksportir di sektor perikanan dan pertanian serta sektor
lainnya dapat memanfaatkan direct call tersebut semaksimal mungkin
baik khususnya daerah Sulawesi Utara maupun umumnya di wilayah
Indonesia timur.

“Akses-akses sudah terbuka, makanya para pelaku usaha manfaatkan
sebaik mungkin kesempatan ini,” ujar Kindangen.

Diungkapkan juga, selain ekspor komoditas perikanan dan pertanian,
Pemprov Sulut juga sudah mengusahakan harga kopra bisa diambil oleh
Cargil Amurang dengan harga Rp9.050 per kilogram.(baz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional