Menu

Ratusan Warga Datangi Kantor Bupati Minsel

  Dibaca : 63 kali
Ratusan Warga Datangi Kantor Bupati Minsel
Ratusan warga saat menggelar aksi di kantor bupati.
AMURANG-Ratusan warga dari delapan desa yakni Desa Liningaan, Pinaesaan, Raraatean, Kinalawiran, Torout, Lowian Satu, Tumani Selatan dan Makasili Lolombulan, mendatangi kantor bupati Minsel.
Maksud kedatangan mereka, untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan pergantian pejabat Hukum Tua (Kuntua) yang dilakukan oleh Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala, beberapa waktu lalu.
Sangat disayangkan, harapan warga untuk bertemu dan menyampaikan apresiasi, langsung ke Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala, akhirnya tidak bisa terpenuhi, karena Pjs Bupati, sedang tidak berada di tempat (Kantor,red). Warga akhirnya diterima oleh Asisten I Frangky Tangkere dan Asisten III Efer Poluakan serta Staf Ahli Decky Tuwo.
Kepada para pejabat tersebut, perwakilan warga yakni Roby Sumanti dengan tegas mengatakan menolak adanya pergantian pejabat Kumtua. “Akibat adanya pergantian penjabat Kumtua, telah menimbulkan kegaduhan dikalangan masyarakat. Bahkan berpotensi pada terjadinya gesekan antar warga khususnya pendukung masing-masing calon. Dan dasar inilah, maka kami warga menyatakan menolak adanya pergantian Kumtua,” tegas Sumanti.
Dia menyarankan kepada Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala, agar lebih fokus pada pelayanan serta tetap menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Minsel, guna terwujudnya Pilkada yang aman, damai dan sukses.
Ungkapan lain disampaikan oleh Rafly Sinengkeyan. Dimana menurut dia, dengan terjadinya dualisme kepemimpinan di desa, telah membuat penyelenggaraan pemerintahan di desa menjadi kacau balau serta menimbulkan kebingungan dimasyarakat. “Contoh kasus untuk pembuatan surat keterangan di desa, masyarakat tidak tahu harus kemana. Sebab setelah menghubungi Kumtua yang baru, tidak dilayani dengan alasan cap desa belum diserahkan oleh Kumtua yang lama. Dan sebaliknya setelah menghubungi Kumtua yang lama, yang bersangkutan mengatakan belum ada serah terima jabatan dan administrasi, sehingga masih berhak untuk memegang semua aset desa. Sebab itu kami minta Pjs bupati, agar segera mempertimbangkan kembali untuk membatalkan pergantian Kumtua, sehingga segala kegaduhan di desa bisa teratasi dan masyarakat bisa hidup aman dan nyaman serta roda pemerintahan berjalan lancar,” ujarnya.
Asisten I Frangky Tangkere berjanji untuk segera melaporkan semua aspirasi masyarakat ke Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala. “Semua aspirasi sudah kami catat, selanjutnya akan dilaporkan ke bupati. Untuk itu, kami meminta masyarakat agar tetap tenang,” ucap Tangkere.
Terpisah, Hukum Tua Desa Tumani Selatan Kecamatan Maesaan Grace Sigar SH MAP, mengaku belum menerima surat tembusan soal ada pergantian pejabat Kumtua. “Sampai hari ini saya belum menerima SK pemberhentian sebagai pejabat Hukum Tua Desa Tumani Selatan. Demikian pula setahu saya setiap pengangkatan pejabat Hukum Tua harus melalui beberapa tahapan, seperti pengambilan sumpah/janji dan pelantikan serta serah terima jabatan, sebagaimana yang kami lalui saat diangkat menjadi pejabat Hukum Tua oleh Bupati Minsel definitif Christiany Eugenia Paruntu, beberapa waktu lalu,” ujar Sigar.(jem).
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional