Menu

COVID-19 Tembus 79 Kasus, Pemda Sitaro Wajibkan Pelaku Perjalanan Kantongi Rapid Test Antigen

  Dibaca : 62 kali
COVID-19 Tembus 79 Kasus, Pemda Sitaro Wajibkan Pelaku Perjalanan Kantongi Rapid Test Antigen

IPSITARO — Untuk mengatasi penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) mengambil langkah tegas yakni mewajibkan para pelaku perjalanan mengantongi hasil rapid test antigen.

Kebijakan ini diberlakukan mulai Senin 11 Januari-25 Januari 2021.

“Berlaku untuk semua baik yang ber-KTP Sitaro, maupun non Sitaro,” tegas Bupati Sitaro, Evangelian Sasingen, Sabtu (8/1/21).

Dijelaskannya, kebijakan ini diambil lantaran tren perkembangan kasus COVID-19 di negeri 47 pulau beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan sehingga menyentuh 79 kasus.

“Langkah tegas ini harus diambil guna mencegah penyebaran lebih luas,” tegasnya sembari menyebutkan pengambilan keputusan ini adalah tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 Tahun 2021.

Ia juga menambahkan, ini merupakan keputusan yang diambil melalui kesepakatan dengan para camat, lurah dan Kapitalau se-Sitaro.

“Kalau pun ada pelaku perjalanan yang tidak mengantongi hasil rapid test antigen ataupun hasil antigennya menunjukkan gejala COVID-19, langsung diarahkan ke rumah karantina atau rumah isolasi,” tuturnya.

Bersamaan dengan kebijakan ini, seluruh ASN tidak diizinkan keluar daerah kecuali punya alasan penting.

“Kecuali urusan yang sangat urgent, baru diperkenankan keluar daerah,” tegasnya lagi.

Di satu sisi, ia berharap para Camat, Lurah, Kapitalau tak berhenti mengedukasi masyarakat mengenai manfaat protokol kesehatan antara lain memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

“Karena akibat meningkatnya aktivitas masyarakat di akhir tahun, saat ini mulai muncul klaster baru yakni klaster pertokoan,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel E. Raule MKes, mengatakan, sampai Jumat (8/1/21), jumlah pasien terkonfirmasi positif di kabupaten Sitaro adalah 79 orang.

“Lima orang dalam perawatan, sembuh enam puluh sembilan pasien, meninggal terkonfirmasi lima orang,” urainya.

Dan dari 79 kasus itu, sambung dia, Kecamatan Siau Timur 41 orang, Kecamatan Tagulandang 19 orang, dan Kecamatan Siau Timur Selatan 7 kasus.

“Berkaca dari data tersebut, kita terus mengimbau warga agar tidak mengabaikan protokoler kesehatan,” kuncinya.

***Gustap Pansing

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional